Posts

Image
Setiap manusia unik dan spesial. Setiap pribadinya terdapat kekuatan dan keterbatasan. Dua hal yang kerap dipengaruhi sikap dan karakter yang tumbuh oleh karena lingkungan dan pendidikan. Manusia paling kuat sekalipun, pasti mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Namun, sekecil apapun kekurangan dan keterbatasan kita selalu ada kekuatan dibaliknya, karena sejatinya manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan dengan segala kelebihan dan keutamanya.  
Image
Kesulitan berbicara pada penderita dengan celah langit-langit akan berdampak pada aspek psikologi sosial. Dampak tersebut meliputi kesulitan situasional saat berbicara, dampak emosional penderita, persepsi orang lain dan dampak pada orang tua penderita, sehingga perlu dilakukan operasi penutupan celah langit-langit atau palatoplasty. Pasca operasi penutupan celah langit-langit dimungkinkan masih belum berfungsi dengan benar saat berbicara atau lebih dikenal dengan Velopharyngeal Dysfunction (VPD). Sehingga perlu dilakukan terapi wicara  yang idealnya diberikan 3 bulan setelah operasi penutupan celah langit-langit. Tujuan terapi wicara adalah meningkatkan keterampilan bicara (ketepatan artikulasi dan fonasi) serta mengembangkan kebiasaan bicara yang baik dan belajar bagaimana menghasilkan suara dengan benar (Helen et al., 2011; Denadai et al., 2019; Kummer, 2020).  
Image
Celah bibir dan lelangit dikaitkan dengan berbagai komplikasi yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien (QoL) dalam hal fisik, fungsi, dan psikologis.  Koreksi Celah bibir dan lelangit dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang dapat dievaluasi dari fungsi (makan dan bicara) dan estetika paska operasi  Patrizia D , Cesare, Stefania M, Federica R. 2022. Oral-Health-Related Quality of Life among Non-Syndromic School-Age Children with Orofacial Clefts: Results from a Cross-Sectional Study in Northern Italy.  
Image
Celah bibir dan lelangit adalah kelainan bawaan yang paling sering dijumpai dan  disebabkan oleh gangguan proses tumbuh kembang  selama bayi ada di dalam kandungan dan ditandai  dengan adanya ketidaksempurnaan pembentukan bibir bagian atas atau terdapatnya saluran abnormal yang  melalui lelangit mulut dan menuju saluran udara di hidung. Beberapa area yang terkena pada celah bibir antara lain: 1. Bibir  Terdapat diskontinuitas bibir. Terjadi pemisahan otot sekitar mulut dengan perlekatan yang abnormal pada kulit dan tulang sekitar. 2. Hidung  Deformitas hidung terjadi minimal atau tidak ada pada celah bibir tidak sempurna dengan otot sekitar mulut. Pada kasus ini deformitas hidung dapat terjadi. 3. Tulang penyangga gigi       Celah pada tulang penyangga gigi biasanya terjadi diantara  gigi seri dan gigi taring.                               ...
Image
Seberapa penting kah menjaga kebersihan luka pasca operasi celah bibir dan lelangit?       Perawatan luka pasca operasi celah bibir dan lelangit sangat penting dilakukan. Perawatan luka tidak hanya dilakukan di Rumah Sakit tetapi juga dapat dilakukan oleh orang tua asuh saat pasien di rumah. Tentunya para orang tua asuh yang nantinya akan merawat luka di rumah wajib mengetahui cara nya, serta dokter juga harus mengajarkan dan mengedukasi cara melakukan perawatan luka yang benar.       Luka yang tidak dilakukan perawatan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Beberapa komplikasi yang sering terjadi adalah: 1. Dehisensi (Luka jahitan yang terbuka) 2. Fistula (Celah yang muncul kembali setelah jahitan terbuka) 3. Infeksi (Bengkak berlebihan, Kemerahan, Nyeri berlebihan, Demam) 4. Nekrosis jaringan (Luka yang berbau atau menghitam) Sumber:  - Kep. Menkes RI No. HK.01.07/Menkes/321/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran T...
Image
Terkadang hal sederhana bisa sangat berarti. Setiap perjalanan hidup adalah cerita. Terima kasih telah menjadi cerita dalam hidup mereka. Kemurahan hati anda memberikan senyuman dan harapan baru untuk mereka. Yayasan Indonesia Smile mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan.
Image
 Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi secara serius perkembangan janin salah satunya adalah efek samping dari obat obatan Obat yang mengandung zat aktif seperti pseudoefedrin, aspirin, ibuprofen, amfetamin, dan kokain atau ekstasi telah dikaitkan dengan risiko terjadinha celah bibir dan lelangit yang tinggi. Selain itu penggunaan obat seperti antiepilepsi atau kortikosteroid juga berpengaruh terhadap janin. Riwayat penggunaan obat antiepilepsi, beberapa responden dilaporkan terjadi peningkatan risiko terjadinya cacat pada janin, termasuk celah bibir dan lelangit. Obat-obatan lainnya yang bersifat teratogenik seperti retinoid, kortikosteroid, dan fenitoin antikonvulsan dan asam valproat juga dilaporkan terjadi risiko yanga sama. Narumi R, Liu S, Ikeda N, Morita O and Tasaki J (2020) Chemical-Induced Cleft Palate Is Caused and Rescued by Pharmacological Modulation of the Canonical Wnt Signaling Pathway in a Zebrafish Model. Front. Cell Dev. Biol. 8:592967.