Obturator adalah alat bantu buatan dari resin akrilik yang digunakan pada penderita celah bibir dan lelangit untuk mencegah cairan atau makanan tidak masuk masuk ke dalam rongga hidung. Indikasi pemakaian obturator terutama pada bayi yang kesulitan menghisap ASI secara optimal untuk mendapatkan nutrisi adekuat. Cara pemakaiannya yaitu dipasangkan pada rahang atas untuk menutup sementara hubungan antara rongga mulut dan hidung yang terbuka. Lama pemakaian obturator bervariasi tergantung kondisi klinis setiap pasien, diutamakan sampai akan dilakukan operasi penutupan celah lelangit. Tirupathi, S. P., Ragulakollu, R., & Reddy, V. (2020). Single-visit Feeding Obturator Fabrication in Infants with Cleft Lip and Palate: A Case Series and Narrative Review of Literature. International journal of clinical pediatric dentistry, 13(2), 186–191. https://doi.org/10.5005/jp-journals-10005-1723
🔍 Istilah Medis dalam Operasi Celah Bibir & Lelangit 🔍 Untuk Anda yang ingin tahu lebih dalam, inilah istilah medis yang digunakan dalam operasi celah bibir dan lelangit: Labioplasty / Cheiloplasty : Perbaikan celah pada bibir. Palatoplasty : Perbaikan celah pada langit-langit. Rhinoplasty : Perbaikan bentuk hidung (jika diperlukan). Orthognathic Surgery : Operasi untuk memperbaiki kelainan bentuk rahang. Setiap prosedur ini memiliki tujuan spesifik untuk memperbaiki fungsi sekaligus penampilan, demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Konsultasikan dengan ahli bedah untuk memahami kebutuhan dan perawatan yang tepat. 💙👨⚕️ Kaur, R., Soni, S., & Prashar, A. (2021). Orthognathic surgery: General considerations. International Journal of Health Sciences, 5(S1), 3522357. https://doi.org/10.53730/ijhs.v5nS1.5664 Monisha, K. (2021). Surgical management of primary palatoplasty-A systematic Review, pp. 598-602. #CelahBibir #CleftAwareness #GenetikDanLingkungan #YayasanIndones...
Permasalahan apa yang dapat timbul pada bayi dengan celah bibir dan lelangit? Lebih dari separuh bayi dengan celah bibir dan lelangit akan mengalami kesulitan dalam menyusui karena kemampuan untuk menyedot kurang efisien, sehingga bayi akan kekurangan nutrisi yang menyebabkan kekurangan gizi dan pertumbuhan yang tertunda. Permasalahan serius lain dari pemberian makan adalah aspirasi yaitu masuknya makanan ke dalam paru-paru, yang dapat menyebabkan infeksi dada berulang. Infeksi pada telinga bagian tengah juga merupakan permasalahan yang akan timbul pada separuh bayi dengan celah bibir dan lelangit karena fungsi dari saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan bagian belakang tenggorokan yang kurang baik. “MARI MENJADI DONATUR....” BCA 3880999191 a.n Yayasan Indonesia Smile Mandiri 142 000 2018 777 a.n Yayasan Indonesia Smile Bantu Kami Mewujudkan Senyum Mereka https://kitabisa.com/campaign/bantusenyumkembali Fb : Yayasan Indonesia Smile...
Comments
Post a Comment